Vaksin AstraZeneca Kurangi Risiko Tertular Infeksi Hingga 70 Persen

oleh -

Vaksin AstraZeneca. (foto : dokumentasi)

Formasinews.com – Studi Public Health England (PHE) dan Public Health Scotland (PHS) menunjukkan satu dosis vaksin Pfizer atau AstraZeneca, mengurangi risiko tertular infeksi hingga 70 persen. Jika seseorang tidak terinfeksi mereka tidak dapat menularkannya.

Dilansir BBC, Senin (22/2/2021) malam, data awal vaksin ini memiliki dampak “spektakuler” dalam menghentikan penyakit serius. Dalam beberapa minggu, satu suntikan mengurangi risiko dirawat di rumah sakit.

Pemantauan staf kesehatan juga menunjukkan vaksinasi membantu memutus penularan, terutama kelompok dewasa. Sejauh ini sepertiga orang dewasa telah menerima vaksinasi di Inggris.

Tetapi pertanyaan telah muncul tentang kebijakan meninggalkan jeda tiga bulan antara dosis pertama dan kedua.

Studi PHS menemukan bahwa, pada minggu keempat setelah dosis pertama vaksin AstraZeneca, risiko dirawat di rumah sakit telah berkurang 81 persen. Itu sedikit lebih tinggi ketika kelompok usia yang lebih muda dimasukkan.

Peneliti utama Prof Aziz Sheikh mengatakan hasilnya “sangat, sangat” mengesankan dan kedua vaksin itu bekerja “secara spektakuler”.

“Hasil ini sangat menggembirakan dan memberikan kami alasan yang kuat untuk optimis untuk masa depan,” tambahnya.

Di Inggris, para peneliti menindaklanjuti mereka yang divaksinasi untuk melihat apakah mereka sakit, perlu dirawat di rumah sakit dan apakah mereka meninggal. Penghentian tersebut dilakukan dua minggu setelah diberi vaksin.

Ditemukan bahwa vaksinasi mengurangi risiko infeksi simtomatik sebesar 57 persen. Bagi mereka yang terinfeksi, risiko dirawat di rumah sakit berkurang 40 persen dan kemudian jika orang dirawat di rumah sakit, risiko kematian berkurang 56 persen.

Secara keseluruhan, berarti risiko dirawat di rumah sakit dan meninggal berkurang setidaknya 75 persen.

Tim PHE juga bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang dilakukan vaksin dalam hal memperlambat penyebaran virus.

Petugas kesehatan yang divaksinasi secara rutin dites setiap dua minggu sekali apakah mereka mengalami gejala atau tidak.

Satu dosis mengurangi risiko tertular infeksi hingga 70 persen. Jika seseorang tidak terinfeksi mereka tidak dapat menularkannya. (RED04)

Berikan Komentar